PULBAKET

Semula saya pikir ini ada hubungannya dengan olah raga bola keranjang (basket). Jadi Komisi Pemberantasan Korupsi lagi menyelidiki kasus pemain bola basket? Bukan. Ternyata, pulbaket itu singkatan pengumpulan bahan keterangan. Halah!
Singkatan kata saya temukan dalam berita online sebuah media nasional. Judul lengkap berita tersebut: “KPK Baru Pulbaket di Kasus Proyek Seragam Hansip”. (Kamis, 8 September 2011 20:11 WIB). Saya penasaran karena di dalam tulisan tidak secara gamblang disebut apakah itu singkatan yg dibuat oleh KPK sebagai tahapan langkah lembaga itu manangani tindak korupsi, ataukah singkatan itu dibuat oleh wartawan yg bersangkutan. Tapi kalau pun itu dibuat oleh KPK atau wartawan, keduanya salah kaprah berbahasa Indonesia. Dalam lembaga media massa (koran, radio, tv) langkah semacam itu juga ada untuk menentukan apakah sebuah berita itu layak atau tidak. Ini sebagian dari langkah jurnalisme. Tapi setahu saya tak ada singkatan baku semacam itu ruang redaksi. Atau itu ditulis di ruang kerja KPK?
Apakah pulbaket adalah sebuah akronim? Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, suku kata, ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Kalau pulbaket disepakati sebagai sebuah akronim maka bila ditulis sebagai judul karena belum populer maka harus ditulis kepanjangannya. Bila ini ditulis kepanjangannya malah tidak ringkas. Padahal penulisan judul harus ringkas dan jelas.
Dalam jurnalisme, apalagi jurnalisme investigasi, hal semacam ini biasa disebut sebagai informasi awal (dalam kerja investigasi disebut indikasi) harus dilanjutkan dengan melakukan check dan re-check (klarifikasi). Mana yg rumor atau gosip harus dibuang. Dengan dasar fakta yg jelas barulah sebuah berita ditulis. Haram hukumnya sebuah berita ditulis dimulai dengan kata: Konon. Karena konon adalah sesuatu yg masih belum jelas, kabur. Masak, kabar yg kabur.
Di sisi yang lain, penulisan kalimat “pengumpulan bahan keterangan” bagi saya terasa mengganggu. Apakah setelah ini kelanjutannya adalah “pengumpulan bahan bukti”? Padahal bahan keterangan yg dimaksud juga untuk mengumpulkan bukti. Kita tahu, ini adalah bagian dari penyelidikan. Baru kemudian kalau sudah jelas bahan-bahan tersebut melangkah ke penyidikan. Lalu mendakwa. Lalu dakwaan itu diuji lagi dalam persidangan. Lalu diputuskan secara berkeadilan.
Nah, bagaimana dengan pulbaket?


About this entry