GIGAU TAK GALAUKU

Lewat tengah malam jam tak lagi menyandera mimpi. Gigau lepas blusukan di kaki-kaki yg merondai bakal pagi. Di tapal batas antara jalan lempang dan tikungan tajam. Haruskah derit ikut berderam?

Lewat galau sepertiga malam detak meronta menebar salam. Menyampaikan hirau melewati tiang-tiang penyangga langit menguati wirid. Pada hitungan tak berhingga tubuh terasa hilang makna.

Pada subuh.
Pada jembatan jauh.
Pada kapal bertambat sauh.
Ruh meluruh.


About this entry