DEBAR SAMPAIKAN KABAR

Seperti di ujung daun kau bisa berayun dari tepi ke batas sepi. Bila angin menggoyangmu, pelan atawa kencang, kau tetaplah daun. Tapi di ujung jantung, debar yg bersimbah getar tetaplah menuai kabar.

Kau tak apa berlarian antara degup dan redup? Nadimu, barangkali, sudah getas.
Kau tak berasa bila pembuluhmu mulai mengerut? Detakmu, mungkin, sudah surut.

Di antara dinding yg menyapamu dingin kau menahan sabar. Menyimpan kabar agar tak melebar menyesaki ruang. “Beritakan saja seperlunya, aku menuju siang tanpa dipayungi bayang.”


About this entry