SEONGGOK JANTUNG

Di tengah bilik kecilmu, barangkali kiri, kau terjaga menerima limpahan berdetak-detak suara. Sejak detik-detik pukul lima kau nyatakan siaga dua. Satu untuk sekuat napas melonggarkan dada. Dua untuk bergegas meringkas doa-doa. Sempatkah kau meretas pesan singkat yang membanjiri nadimu?

Kertas perekam itu sibuk mencatat hilir-mudik segenap dengkur yang tak terukur. “Sebaiknya segera dipasang selang penelusur,”ujarmu singkat agar bebas dari penghambat.


About this entry