KOLAM BATU DI RUMAHMU BERPINAK BATU

Kolammu dilumuti debu hingga menyengsarakan para batu. Batu yg sengaja kau tanam agar kau bisa berenang sambil menyelam. Kau selalu menyiraminya dari mata air yg mengalir dari matamu. Suatu pagi di halaman hari

Sudah kau ringkas lengan baju, kau singkirkan abu yg melata di dasarmu. Tapi kabar datang beruntun, abu merindu airmu. Ia tak beranjak barang setapak. Ia diam di koridor malam.

Lalu orang di seberang mengingatkanmu: kolammu sudah dibenamkan dalam kepala yg dahaga. Dari sebuah tubuh yg tak pernah penuh. Di antara jarum jatuh kau petaruh yg runtuh.

Kolam itu milik ikan yg menyandera jala nelayan. Kapal tenggelam dan kau memilih tinggal di buritan.

Demangan Baru 15, Desember 2010

Posted with WordPress for BlackBerry.


About this entry