GITARMU GEMETAR MENUJU RENTA

Dawaimu lepas dari nyanyian siang di ruang saat orang-orang melepaskan balon bualan. Cat melepuh pada dinding saling bertaruh. Suara itu kandas menyentuh badan gitar yg gemetar

Dawai itu sudah menyiksa puluhan jari yg berusaha menikamnya. Luka telah berpuluh kali memainkan nada. Tapi kata tak cukup nyali menuturkan duka. Hanya suara perih berlonjatan di tangga not yg letih

Meski tertatih ia sambung senar itu menyalakan getar. Menyusupkan hingar yg kau olah menjadi melodi di paruh hari. Siang tak pernah utuh, lagu terus menjauh. Kenanganmu tak juga lepuh

Tiba-tiba kau menyatakan rindu pada lagu tua yg kau petik di malam pertama.
Saat penghuni mula berikrar dikerubuti canda menyeruak di aula. Ruang paling riang yg melantang masa datang

Tetapi gitarmu itu bersembunyi di lipatan waktu. Atau getarnya tak lagi menimbulkan hingar?

Demangan Baru 15, Des 2010

Posted with WordPress for BlackBerry.


About this entry