JARUM BERSELIMUT EMBUN

Kuletakkan kau di ujung kaki, tepatnya di telapak kaki dekat simpul-simpul syarafku yg kaku,agar kau menusuk-nusuk puluhan titik itu dan mengalirkan lahar listrik ke seluruh sungai-sungaiku, menghanyutkan kerikil dan batu pongahku. Menuju muara yg berkelindan di kepalaku.

Ujung jari yg lupa kau sentuh diam meski detak di dadaku terus menunggu. Menghitung waktu kapan bisa bertemu bercurah rindu melalui butir-butir darahmu.
Hujan yg memborbardir malam menyekap kuku-kukuku kaku. Kenapa tak kau bakar dan sebar gumpalan darah beku itu jadi lava pengangkut solfatara ke sudut langit di ujung kepala, di lipatan puluhan juta jaring laba-laba. Jalinan syaraf yg membara merajut bau belerang tua.
Lalu para paru menghembuskan abu ke suluruh ruas tulangku.

Posted with WordPress for BlackBerry.


About this entry