REUNI

Tiga puluh delapan tahun lalu jelas bukan masa pendek untuk dikenang. Maka ketika beberapa dokter hewan lulusan FKH UGM angkatan 1973 (angkatan biasanya dihitung dari tahun pertama sebagai mahasiswa, bukan tahun kelulusan), berkumpul maka yang muncul adalah rasa kangen. Kangen ketika mengingat menjalani perploncoan (sekarang ospek) atau ketika harus menggarap penugasan dosen, dan belajar bersama menghadapi ujian. Atau tatkala berpacaran dengan teman seangkatan (Ahmad Prabowo dg Woroharti, Warsito Wibowo dg Rini, Hadi Wardoko dg Sri Ismiyati), yg kelak jadi pendamping di pelaminan atau malah bubar, atau dengan angkatan di bawahnya (saya dg isteri, Chaidir dg Tini, Sanusi Ahsan dg Tutik), atawa kecantol dengan seniornya (biasanya yuniornya cewek).

Malam itu, Sabtu malam Minggu, 18 September 2010, alumni FKH UGM 1973 bertemu di Garden Resto University Hotel UGM. Meski acara utama Reuni Akbar (ini acara yg digelar resmi pihak FKH UGM) sudah diinformasikan jauh hari tetapi niatan bertemu angkatan ini muncul mendadak. Bagi angkatan 1973 acara semacam ini sebenarnya hampir saban tahun digelar. Cuma, karena acara ini masih berkaitan dengan acara lain yg lebih besar (biasanya ulang tahun fakultas) maka tak mudah menghadirkan sekitar 90 orang anggotanya (tapi tak terdata dg baik). Itupun undangan hanya disampaikan via sms.

Via media sosial? Wah, sebagian besar masih gaptek meski di antaranya sudah jadi bos. Selain saya, misalnya, sesudah saya cari di Facebook hanya terdapat sekian teman: Drh Wisnu Wihadi (mantan Kepala Dinas Peternakan Temanggung,Jateng), Kol.(AD) Drh Djoko Waluyo Budi Rahardjo (Wakil Direktur RSPAD, Jakarta), Drh Sri Ismiyati Sarbini, Drh Umi Purwanti  (keduanya staf Direktorat Jendral Peternakan, Jakarta), Drh Chaidir MM (mantan Ketua DPRD Riau), Drh Serefina Ariani (Dinas Peternakan Kalimantan Timur). Itu saja. Apalagi yg Twitter, tak ada. Meski sudah jadi bos (Drh Wayan Sudhiana/Direktur di Charoen Pokphand, Drh Lukas Agus Sudibyo/Direktur Rhomindo, Kompol Drh Budiono/Mabes Polri), Dr Drh Prabowo Respatiyo Caturroso (mantan wakil inspektur Kementrian Pertanian), Drh Ahmad Prabowo PhD (Balitnak Lampung), Drh Ali Usman (Direktur Bio Technolgy), Drh Ketut Tastra (Pengurus Pusat Partai Hanura), tapi mereka tidak berada di jejaring sosial media. Ya, dijaringnya pakai sms saja. Walhasil hanya sekitar 20 orang yg sempat dikirimi sms, sebagian menyatakan tak bisa hadir (Drh Chaidir MM sedang menyunting gadis Bugis untuk putranya, Drh Ketut Tastra sibuk berbisnis dan politik, Dr Drh Anak Agung Gde Putra sedang berada di Kupang, Drh Hadio Wardoko dan Istri, Drh Sri Ismiyati sedang sibuk di Jakarta, Drh Umi Purwanti tak dapat tiket pesawat, lainnya tak menjawab. Akhirnya yang datang hanya: Ahmad Prabowo dan Woroharti Tjaturyastuti, Prabowo Respatiyo CR, Wayan Sudhiana, Budiono, Lukas AS, Djodi Haryoseno, Bambang Sutedjo, Hasan Basri, Arsentina Panggabean, Wayan Tunas Artama, (Drh Eril, Drh Widyasmara PhD, DR Drh Sumartono, ketiganya dosen FKH UGM tak hadir juga).

Setiap pertemuan kangen-kangenan usai, yang tersisa selalu saja pertanyaan: Kapan teman-teman sealumni ini punya kekuatan yg terorganisasi untuk membantu teman-teman/keluarga seangkatan? Bagi mereka yg sudah bos memang rutin memberi dana setiap ada kegiatan di fakultas. Bahkan mungkin sudah jadi sasaran utama pengumpulan dana bila fakultas punya acara.  Dan uluran tangan untuk teman-teman seangkatan (dan keluarganya) yg kurang beruntung? Nihil.

Dari sekian alumni angkatan 1973 beberapa di antaranya sudah meninggal (Drh Kusmanto/Swasta, Drh Bambang Haryono/mantan Kepala Dinas Pertenakan Boyolali, Drh Sihnyoto Wiyoto/Stak BLK DIY, Drh Jarot Suharyono/swasta?). Lainnya, terutama yang berstatus PNS siap-siap pensiun.


About this entry