MALAM

Kupersiapkan ribuan busur permintaan dari sudut malam, sepertiga waktu, dan ratusan mata panah mengasah kantukku. Kau diamkan nyinyirku mengukir ruang di sudut-sudut sujud yang susut.

Malam menyemai sinyal merenda doa-doa digital yang beranjak dari sajadah sosialku. Kau biarkan jejalan kata meruap di milismu menuju langitmu ketujuh. Ruang yang tak bisa kusentuh.

Kusisipkan sebuah nada di sela tanda baca: Amin.

Wates, 2010

Posted with WordPress for BlackBerry.


About this entry