241/2 DERAJAT

Sesudah kau kumpulkan para ulama penakar cakrawala di sebuah masjid tua
Api menyulut keberanianmu menyeka dusta menuju arah utama
Lalu kau torehkan garis beda berukuran 241/derajat ke utara membuat Penghulu murka
Padahal Kiblat menjadi arah penentu
Padahal sudah kau susuri Makkah dan Lembang untuk belajar perbintangan

Kau kecewa tapi kau tak kuasa untuk marah apalagi murka
Lalu kau dirikan surau di dekat rumahmu sesuai niatanmu mematrikan arah penentu
Tapi kemurkaan terus menyala disulut kuasa, “Robohkan surau Dahlan,” perintah Penghulu di 14 Ramadhan kepada kaki tangannya
Padahal tarwih belum usai di malam 15 ketika palu dan linggis tidak menggubris orang-orang menangis
Seperti tangis Dahlan yang dalam. Ia sengaja tak menyaksikan. Ia menyelinap pergi sebelum suraunya roboh ke bumi

Yogya 2010


About this entry