SALYA

salya-wayangprabuKabarmu datang dengan rentan  kecemasan. Ia menyergap sambil riang mengendap. Seperti pagi ketika Salya tahu takdirnya.

Ia memang tak sendiri, tapi di garang Kurusetra siapa tak gamang mengangkat pedang? Bukan musuh dihadang. Hanya bayang membentengi siang.

Ada  gamang ketika remang jadi terang. Semua terlihat, urat-urat mukamu menyemburat. Semua tersurat. Bukankah itu kau sebut makrifat?

Yogya 2010


About this entry