SEPI

sepi-deviantartKau kirimiku kabar pagi ini: Sepi. Memang tak ada kabar selamat selain ini. Kabar pun lewat lambat  menelusuri kabel sepi?

Kau tanam sepi di kebunku, di sawahku, di sungaiku, di antara iga-igaku. Kau aliri sepi ke bolam-bolamku, jaringan teleponku, bahkan ke urat darahku. Sepi, kau mengerubutiku sampai mati?
Setelah memenangi peperangan ini kau lalu menepi. Dari pinggir kau bersaksi: “Kemenangan berujung pada sepi.”¬† Tapi sepi juga dimiliki pecundang dan iri-hati. Sepi itu api pembakar diri.

Yogya 2010


About this entry