KABAR DARI KELENJAR

kelenjar-limpa1Kabar menyusup lewat daun jendela terbuka meninju berandaku. Membuatku gugup. Badanmu menggigil seperti ketika datang Jibril. Tapi ribuan kunang menepisnya lantang.

Kabar lain menyusul dari lubang kunci pintu: kau copot gerahammu yang saling serobot. Kau sorot sel tubuhmu yang mencuat menggeroti kelenjar dan rambutmu. Kau tantang itu dengan telentang.

“Pasrah,”katamu. Padahal pasrah itu susah diasah. Ia mudah tumpul dan patah. Ia selalu dicemburui masalah. Ia menutup celah untuk mengalah. “Adakah lelah telah menuai serapah?”

Yogya 2010


About this entry