DI MANAKAH KAU DI ANTARA LOKET-LOKET ITU?

antri-sxchuMengapa aku harus kembali menemui subuhmu padahal jalanku sudah jauh di mimpiku yang riuh?

Kau lipat kakiku, bersedeku di antara lima waktu. Kukirim kata mantra, kupadatkan jadi ruang, kepadamu pemilik segala peluang. Kau diam. Aku bersitegang dengan berbagai umpatan dan kata arogan yang kulipat dalam rayuan.


Lalu kujalani thowafku berlarian kecil dari ujung selasarmu tempat loket satu menunggu, ke ujung lain bagian loket dua siaga.

Lalu kutemukan kelokanmu yang dipenuhi pipa pralon dijaga dua tiang beton. Di sisinya meja kasir yang sibuk menghitung pasir.

“Sudah berapa kalikah kau ulang-alik melangkah?” tanyamu. Loket-loket itu malu sesudah memperdayaiku.

Yogya 2010


About this entry