SAHABATKU HILANG DALAM DIAM KUTEMUKAN

myhealing-sahabat1Kuseret sepertiga malam mendekati diam. Kubisiki diam agar ia benar-benar diam. Kuharap ia menjadi saksi kalau aku juga diam. Dalam diamku kutemukan dirimu yang diam. Tapi matamu menyinari kesejukan, kupingmu menangkap diamku yang gelisah. Diammu dan diamku saling gundah.

Dari diam menuju siang kutemukan riang. Ia berjalan bersama cahaya membentuk bayang. Di antara terik dan siang bayang menghilang,”Aku hanya sembunyi dari api,” kata bayang yang takut terbakar sepi. Api memburu sepi ke mana pun ia pergi.

Dari diam kuberingsut ke seberang menuju sebuah jalan mengular kepada petang. Di sebuah petang yang riuh kutemukan dirimu lumpuh. “Kedua kakiku sakit, tapi kedua tanganku sehat,”tulismu dalam sebuah pesan singkat. Di sebuah rumah yang rikuh kudapati seorang sahabat tak henti menyalakan semangat. Apimu menghangatiku.

Dari diam kisahmu kau sulut semalaman bersama nasi kucing dan ceker ayam. Tanpa keluh. Tanpa kalimat-kalimat rapuh. Di sebuah angkringan yang gamang kau tandai persahabatan dengan kata terang. Tanpa igauan. Tanpa kepongahan.


About this entry