SAHABATKU MENGIRIMIKU KABAR TENTANG TEMPAT

akhirat-myspace

Kabar itu datang menyalak,”Bung, aku sudah sampai di tempatku yang layak,”kata sahabatku. Suara serak ceria selalu menandai ia ada di antaraku. Itu tempat yang lama kau ingini, tak ada patgulipat, tak ada main sikat. “Di sini hanya damai dan abadi.”


Waktu yang tumbuh lebat di tempatmu menyisakan baying. Kadang garang berloncatan di antara dahan. Di dahanmu bayang itu mengadu soal waktu yang kadang menyandera luka.

Di bayang itu ruang menyatu dengan tubuhmu.


About this entry