3 SAJAK SLAMET RIYADI SABRAWI (Solopos, 17/1/2010)

LIBUR YANG KENDUR

liburan-by-amiclarkeBulan boleh lisut dan luntur oleh hujan. Tapi hujan hilang kekuatan bila awan tak berarak dan bergerak menyentak butir-butir air dari ketiak Mikail..

Bila libur kau hajati dengan tidur maka dengkur akan mengoyak siang panjang dan mimpi buruk kian berkecamuk. Dua pencatat itu rehat dan mengantuk.

Bila rindu suara pada anak-anak lelap ditikam lelah sesiangan padahal pedal sepeda dan kuda kayu saling memacu keringatmu.

Ketika mereka bertengkar dengan mimpi, diam-diam sengaja kusisakan debu menggelayut di pelataranmu agar besok ia menjadi teman bermain segenap cucu.

Yogya Awal 2010

BUKU TUA YANG KULUPA

bukutua-by-bbccoukDi pinggiran mimpiku selalu kutemukan mainanmu beradu dengan kutu berasal dari sebuah buku yang lupa kau buka dan sampulnya mengandung duka.

Di tengah pusaran kata dan koma sengaja kualirkanku menuju muara yang tak pernah kutahu namanya meski kau selalu mengingatkanku sembari terbata.

Di antara beribu nama yang kau sebar selalu kusemai dengan sabar waktu yang selalu cepat melaju menggusur bookmark lusuhku.

Buku tua menggilas tuaku, kulupa berapa kali menggilamu.

Yogya Awal 2010

KENAPA NAMAMU MARKUS

markusKenapa namamu baru disebut pada sebidang malam larut yang menyeret sudut menjadi benang kusut. Padahal sedari pagi kau terus beringsut menghindari kabut menyusupi kain kusut.

Kenapa kau tak juga jera mengungkit perkara para dewa yang terjangkit lupa. Padahal para kesatria luka oleh tikaman membabi-buta suara-suara nyalang ditebar siang.

Orang-orang meradang menguliti ruang pada sepotong rekam yang beranjak menguras perseteruan. “Ada yang hilang,” teriakmu lantang sambil meninju kisah bisu.

Ini perhelatan tanpa genderang digelar dalam cahaya benderang agar kau tak bersikukuh menutupi lukamu lepuh. Padahal lebam tak terbilang di tubuhmu legam.

Yogya Akhir 2009


About this entry