MALAM TAHUN BARU

kembang-api

Semalam kau kirim ribuan ton kembang api ke langitku yang kian sempit. Nyala sesaat menaburi tahunku dengan partikel sepi. Ketika pagi kusibak tadi, tak kutemukan angka satu di penanggalanku. Apakah serbuk itu telah membakar dan menghanguskanmu?

Terompet kertas yg kau puja semalam lusuh sudah di pagi menjelang, terpejam di pinggiran jam sesudah menunggu detak berdentam disorakin orang. Barangkali kertas itu bisa kau daur ulang dibuat buku yang mencatatimu sepanjang waktu. Atau kau biarkan ia tumbuh jadi serapah.

Yogya Awal 2010


About this entry