JALAN PANGERAN MANGKUBUMI YOGYA

JL MANGKUBUMI  (1)

jl-mangkubumiDi sepanjang jalanku tak nampak rekatan kakimu yang menghela keluh Tugumu menuju lenguh rel kereta meninggalkanmu subuh kala rusuh. Tahukah kau kota yang kau tuju juga punya tugu?

Kemarin malam seingatku kau seruput es krim malu-malu karena kotamu terus menjajakan itu dengan warna penuh tipu. Tak ada lagi bioskop di jalanku, telah punah lama di jaman purba. Kata siapa ia telah menyusup di pasar serba ada?

Yogya Des 2009

JL. MANGKUBUMI (2)

tugu-yogyaMereka berbaris meninggalkanmu dengan melilitkan tali merah di keningmu, suatu siang ketika ribuan bayang menyingkap terang. Di jalanmu telapak pun tak nampak sejak ia terdesak lalu bersembunyi di sebuah kotak.

Hiruk pikukmu di sepanjang trotoar ketika hari mulai liar sudah kau kemasi dini hari tadi. Adakah kau kan kembali menata barang yang kucari esok hari? Kau ragu memberitahuku, bahkan kudengar kau lupa apakah jalan ini masih ada.

Jalanku memang telah lama menyangsikan wajahmu.

Yogya Des 2009

JL. MANGKUBUMI (3)

jl-p-mangkubumi-ygyDi antara lekukan kantor tua yang lelah itu kutemukan kau bersijingkat riang mengikat siang. Kau pilah kata dan tanda baca begitu malam mendekam dan kabar berderam

Di antara derit menjerit dan saling gigit lilitan kertas yang enggan lepas, adakah cat tetap setia melumuri timah tua yang kau tata?

“Aku memang renta seperti dunia, tapi aku tak lupa mengirimimu berita bahwa kita ada.”

Yogya Des 2009


About this entry