SEJUTA SAJAK

sejuta-sajakMeski sudah kutulis sejuta sajak,angin terus bergerak menyalakan api membakar dingin yang kau bikin
Sajak itu tak beranjak mengikutimu diam yang meretak dalam waktu. Kau menunggu aku menunggumu. Ragu

Sudah kurapatkan tanda-baca pada alinea pembuka tapi kau masih juga mengeja terbata. Ratapku meniarapimu dari setiap kata yang terjaga diparuh usia rapuh

Kalau masih juga diam. Apakah lautmu tak menyibak ombak dan pasir yang bergerak menggerumuti detakmu lasak

Yogya Nop 2009


About this entry