SAJAK PENYADAP YANG KALAP

kalap

Sajakku tersesat di jalanan mampat yang disesaki koma dan tandatanya. Masihkah kau percaya pada kata yang terjerembab di riuh suara para kesatria? Siang lembab penuh penyadap

Prahara yang mempermainkan kata menemuiku siang itu di tepian tanda seru. Biarkan kalimatmu melewati rekaman yang menyandera bunyi: lengking atau lenguh. Semua bukti bergegas memamerkan diri tanpa risi

Ternyata kau malah membiarkan ucapanku melewati lorong alat itu sembari berlari, mengendap lalu senyap

Yogya Nop 2009


About this entry