SAJAK-SAJAK LEBARAN

ELEGI MUDIK
mudik-motor-2009Di jalanan nyawa diregangkan dalam antrian panjang menuju kampung halaman, tempat lekang kaum pecundang. Siapa bilang kemenangan selalu datang berbilang? Ketika derum suaramu mengguncang halaman, kerikil dan debu blingsatan tanpa sempat mengucap salam

Di antara deru dan terik menyerbu, sementara anak-anak meringkuk di lipatan bahu tirusmu, ingatkah kau pesan Salya ketika menitipkan Nakula-Sadewa kepada Kresna? Jalanan bukanlah Kurusetra tetapi mimpi buruk yang mengudar rasa kemaruk

Dalam jepitan kata kangen kau lajukan keretamu agar Pasopati memenggal kepala Karna, dan besok kau dinobatkan menggantikannya. Bukankah anakmu Nakula-Sadewa harus kau lindungi dari para peliar yang saling berkejar? Kau pasti lupa menakar

Yogya 2009

LEBARAN

Lebaran adalah celotehan cucu yang lucu di sela tangis kelu dari kopiah kecil dan sepatu spiderman baru. Lebaran adalah aroma angpao dan nyala lampion yang lusuh dibasuh hujan subuh
Lebaran adalah anak-anak yang dilipat di atas motor cepat di antara udara mampat dan butiran keringat. Lebaran adalah ketupat berlimpah di sela orang-orang bersikutan memperebutkan sedekah

Lebaran adalah kata maaf yang tumpah menyesaki ruang dan jabat tangan meruah. Lebaran adalah pertunjukan yang selalu kedodoran menuju klimak ketika lagu kehilangan hentak dan ragu terus menyeruak

Yogya 2009

MALAM TAKBIRAN
Tak bisakah kau diam menyaksikan malam menyampaikan salam pada seribu bulan

Angin menyusut di antara rumput yang lusuh. Dendam luruh, kesumat lumat. Taubat berlabuh

Tak bisakah kauredam suara pujian yang diteriakkan membakar malam. Haruskah kau bersekutu dengan api?

Dingin jatuh di sela-sela takbir gemuruh


About this entry