SRS LUNCURKAN “LILIN-LILIN MELAWAN ANGIN”

Kedaulatan Rakyat (28/10/09) halaman 14

Perlukah puisi dibaca dengan amarah tumpah menerjang saudaraku yang diterpa airbah dari gelegak serapah menendang jendela basah. Dukamu kian terbelah.

srs-dan-poster-llmaItulah potongan “Perlukah Puisi” pada launching kumpulan puisi karya Slamet Riyadi Sabrawi yang berjudul “Lilin-lilin Melawan Angin” yang dibacakan pada bincang-bincang Sastra 49, Minggu (25/10) di Taman Budaya Yogyakarta.

Pembahas puisi Evi Idawati mengatakan, puisi dalam buku ini ditata dengan teliti hingga memberi konsekuensi yang logis. Setiap permainan kata, itu benar-benar diatur dan bisa mewakili makna. “Dalam puisi ini, Slamet menata irama untuk mencapai makna, dimana irama juga dapat menghipnotis,” ujarnya.

Sementara Slamet mengatakan, proses pembuatan sebuah puisi membutuhkan waktu yang lama, karena harus melihat dan terlibat langsung dengn kejadian yang sebenarnya. Setiap rangkaian kata atau kalimat yang ditemukan dicatat atau direkam agar tidak hilang.  Kemudian diolah secara imajinatif dengan pertimbangan agar kata lebih indah.

“Bahkan dalam setiap kejadian bisa menghasilkan lebih dari satu puisi, jika dilihat dari berbagai sisi. Contohnya, pemilu dimana bisa menghasilkan tema-tema yang berbeda jika diambil dari sisi yang lain,” ujarnya. ¬†(KR-Pramesthi Ratnaningtyas)


About this entry