Suatu malam, kuterpaku di antara dua dinding batu

Ketika malam mengecoh bulan, serombongan orang datang membawa gumam, akankah gelap kan bersanding dengan kelam? Di bukit batu itu kau melenguh sementara pertunjukan baru berjalan separuh

Ketika gamelan ditabuh riuh, segerombolan orang menggerakkan tubuh, akankah ruh kan tetap bertaut dengan sauh? Di kepak garuda itu Wisnu membelakangimu membiarkanmu termangu

Ketika kata disulut tepuk
Ketika tepuk membuat mabuk
Ketika mabuk hilang bentuk

Bali Agustus 2009


About this entry