KESAKSIAN

kesaksianKusaksian gumam sepanjang siang dari bilik-bilik yang tercabik. Kertas digenggaman jadi tumpuan, tapi bisakah ia bermakna tanpa pena. Suara pada akhirnya adalah baca

Kusaksikan gamang meradang hingga matahari sepenggalan. Terik siang menatap matahati, siapakah pemulih negeri loh jinawi yang kau percayai kini?

Kusaksikan orang-orang bergegas pergi meninggalkan sebungkah nurani di kotak ini. Lantas kemanakah engkau bawa sebungkah yang lain esok hari?

Wates 2009


About this entry