USIA

tubuh-tuaKutemukan tubuh tuaku lekang oleh jam. Waktu terus menggerusku
Siapa di beranda menggerutuiku pada detak yang nyaris retak dari bayang kian kabur?

Kutemukan jam tuaku lekat oleh keringat. Waktu terus mengikatku
Siapa di jalan menyapaku dengan serak pada siang gemeretak dari suara kian lantur?

Kutemukan tubuh, jam, angka, keringat, suara, bergelut dan saling pagut pada batas retas
Siapa pun namamu kuserut ia di malam larut. Waktu terus menghitungku

Kusemati kedua sekutu kecilku itu waktu agar ia melaju menemukan rindu

Yogya, Juni 2009


About this entry