BALI 2009 (1)

bali-11Barangkali para dewa menyukai bau tanah ini soalnya bunga dan upacara saling bertegur sapa di halaman rumah dan puramu. Tetapi bukan di jalanan yang macet dan asap merasuki parumu. Di puramu ada parumu kelu.

Barangkali puing-puing itu hanyut ke laut dan tumbuh di tempatmu yang porak poranda dulu menjadi gedung baru. Di gedungmu ada dengung pilu.

Barangkali aku tak lagi mengenalimu, selain bau dolar yang kian menyengat, tak kutemukan bale bengongmu yang kausodorkan kepadaku tatkala kelelahan dan keramahan bertaut di ujung laut. Di balemu ada sarenade rindu.

akhir mei 2009

BALI (2)

bali-sunriseSudah kuduga kalau engkau tinggal di dangau, kudengar teriakanmu yang sengau, apakah itu kegembiraanmu menemukan pagi? Percayalah lautmu telah menyembunyikannya berhari-hari dari janji yang tak pernah bisa dipenuhi.

Ternyata celotehmu juga kandas oleh deru menggebu pencari siang. Cahaya siapakah menyelimutimu dalam terik yang mencekik?

BALI (3)

bali-sunrise-1Di desa ini, katamu, cuma ada laut yang tak lagi gemuruh hanya angin sesekali riuh.Padahal saat kusapa tak kutemukan debur dan riak air pertanda laut ada dan tak ngeluyur kemana

Ah, laut yang ditelan malam adakah kau takut pada suara bulan yang sibuk mengentaskan siang. Hanya ada jejak temaram menyanyikan lagu dolanan dari balik dinding-dinding yang menyimpan dingin

Padahal arah cuaca tak bisa ditebak menjanjikan apa, apalagi angin
Padahal arah angin tak bisa menjadi petunjuk bagaimana, apalagi hujan
Padahal hujan tak cuma tetes air mengalir, apalagi ombak

<i>Nusa Dua 2009</i>


About this entry