TOBA 2009

DANAU LUKA

Pada bulan yang tak kunjung pulang kukirim berita tentang malam merambat pelan di antara pelepah pisang dan sepotong daun kering dihempas jalanan

Pada kabut yang bergelinjang datang merajut dingin di antara pohon pinus dan kegelapan kutulis pesan ringan untuk kau bawa pulang

Pada bukit yang berbaris menjulang panjang kunyanyikan ode agar ia setia merawat danau tuamu yang terluka

Tomok 2009

DANAUMU MERINTIH

Kusapa malammu yang direcoki gerimis tiris menerpa geliat airmu di antara kerlip lampu menekuk lesu. Ada nyanyian orang seberang, ada teriakan horas bergelombang menimpa petang, ada dentuman suara oplet mengusir suara sepimu, ada detak mengusik danaumu berisik.

Kucoba menyeberang menyisir Samosir hingga kutemukan kisahmu perih mendulang buih yang tertatih

Tak ada lagikah bisa kau raih dari harapan yang bersepih?

TOBA NAN RAPUH

Pohon-pohon sawit berjajar menuju danaumu saling bercerita tentang leluhurmu yang datang dari serpihan iga para dewa. Kau dengar batang bertumbangan menumpuk kerakusan?

Para keramba telah kau pasang di tepian menyisakan kisah tentang kegelisahan melumuri riak-riak danaumu yang renta. Kudengar suaramu resah, limbah datang tak bertuah

Masihkah kau bangga dengan perlawananmu yang sia-sia di sekujur danaumu?

Toba 2009
toba-41toba-1


About this entry