Lili-lilin melawan angin

Tak mudah menyulut api di tepi danau yang tepinya bertaut sepi dan angin menggoyang kencang meniti jemarimu yang ringkih menggenggam lilin-lilin seirama hati. Seingatku sudah puluhan kali kau lukukan cara ini di malam kesaksian yang tak pernah menjadi pagi, seingatku kau selalu terbata menghitung kata yang tertinggal di kaca jendela

Tak mudah mengaliri air dari mata danaumu yang membisu ketika api dipaksa menyala dan lelehan lilin itu menahan beban agar tidak jatuh menahan ruh yang rapuh. Seingatku kau sudah melarangku untuk menanam luka yang kukemas dengan berbagai cara padahal itu membuatmu terpaku pada pintu peluangmu, seingatku kau selalu memilih kata yang mudah dieja tanpa suara

Tak mudah meniti danaumu bila api hilang dari sepi, seingatku kata tak lagi menuai makna

Toba dalam MRAN 2009
mran-di-toba-4


About this entry