SUARA KETUKAN MENGUTUK SENJA MENUSUK HUJAN

Pada ketukan kesekian kesenyapan datang. Ia membawa serta kesepian. Hujan masih berkemas menunggu senja yang mulai cemas. Hanya angin merintih pertanda letih.

Ketika kau kutuk malam. Jam hanya berbatuk.
Menunggu demam hujan. Suhu senja menyala.
Memanaskan mimpi jadi api. Menghanguskan sunyi.

Suara ketukan mulai pelan ketika hujan membuka gerbang.
Ia pulang berbasah badan. Menenggelamkan ruang.

Tapi senja hilang dalam lipatan jas hujan.

salah satu dari 50 puisi terbaik di Rumah Puisi, September 2013


About this entry