DENYUT DENDAM

Sesudah malam bergumam sendirian di sudut ruang yg membatasi denyut dan gerimis berkabut. Suara katak terjebak dalam jarak titik beku dan dingin yg menyaru.

Sesudah ruang melipat seluruh tiang dan membiarkan derum hilang di kerumunan malam. Hanya kau yg tegak dan tega menghitung detak. Jarum jam atau jantung berkelindan, saling bertatap mengharap ada senyap.

Sesudah senyap berkutat pada janji untuk menemanimu sendiri ia berulangkali ragu. Adakah diam adalah sebuah pisau tajam yg gamang menatap irisan yg belum diselesaikannya sejak siang.

Barangkali sudah saatnya ia terbenam dan menyusup diam-diam dalam pucuk dendam.


About this entry