HUJAN SUDAH BERHENTI

Hujan berhenti menikam malam. Televisi berjalan tertatih, wajahnya letih. Lampu jalan padam hilang bolam. Sunyi luka semakin nganga. Tapi wajahmu tetap gemerlap seperti biasa.

Tak ada tanda. Usia hanya sebarisan angka
Kalau ia mengupas keluh bukan pisau yg ia tuduh
Atau gunting yg bermata runcing. Tapi jiwamu bergeming dingin.

Bukan segerombolan es batu yg menjadikanmu beku. Tapi rindu yg menyandera tubuhmu, sekelumit tapak kakimu, dan daun kering luruh di hatimu.

Di akhir catatan sederetan makna hilang.

Wates 4 April 2013


About this entry