GERIMIS SELEPAS SUBUH SAAT MELEPAS SAUH

Suara gemericik itu percakapan dirimu di serambi. Di jendela, kaca menepis wajah basah. Berulangkali rintik air mengingatkan bekal perjalanan melautmu. Adakah yg tertinggal atau tanggal?

Kau enggan menoleh seakan teriak peluit itu harus kau simak. Arah ombak harus kau sibak. Agar puluhan pulau pilihanmu tak menjebak rima lautan rindu. Sebab segala rindu akan berlalu.

Seperti kepergianmu di pagi yg menandai telapak sunyi. Melangkah lindap menguak segala pengap. Bersijingkat pelan mengabaikan ribuan pesan. Juga sepotong pesan yg kau telantarkan di meja makan.

Nampaknya sarapan dan harapan sering kau campur kacaukan. Ketika badai datang layar belum kau ciutkan. Ketika karam datang rindu kian mencekam.

Wates 14 Maret 2013


About this entry