DI SUDUT ITU

Di sudut mata basah itu meleleh rindu menyusuri malammu. Malam yg kau sediakan untuk menghitung desah nafasku. Seperti bisikku yg nyaris terdesak suara-suara besarku yg bergemuruh memintamu.

Di sudut mata air itu hujan berhenti. Ia membasuh kedua kakinya yg berdaki lalu menemani sujudku. Sesekali menggodaku bila aku salah menyebut namamu. Atau diam pada saat mulai mendaki ke puncak cintamu.

Biarkan aku tersengal dan larut di dadamu. Biarkan aku jadi tongkang di lautmu pasang.


About this entry