SAMPUL BUKU PUISI

Dalam buku puisimu namaku kau tulis dengan ejaan baru yg membuatku ragu itu nama kecilku? Huruf yg kau pilih terlalu besar sayapnya. Ia bisa seketika terbang ke pulau seberang.Tak perlu angin menggoyang atau awan menyala terang.

Di gambar sampul itu kau bertutur soal kupu yg tergesa keluar dari kepompongnya.Lalu segera terbang mengitari putik yg paling menarik. Mencecap sari pastinya dan meninggalkan ampas bersama satu huruf yg terhempas. “Itu inisial yg menandai kehadiranku.”

Ternyata aku lepas dari segala jaring peretas. Di suatu waktu yg aku ragu menyebutnya bebas.

Wates, 29 Januari 2013


About this entry