DI PADANG ITU HANYA KAU DAN AKU

Meski padang kerontang di celah bukit karang itu menyediakan tubuhnya untuk menyelimutiku. Mendengarkan gemuruhku menyebut namamu. Tapi angin gurun tetap mengulum debu bersama tarikan nafasku. Berusaha menatap wajahmu.

Sebenarnya orang-orang yg memadati cerukmu selalu menyerumu. Dengan teriak atau gumam yg saling berdesak. Namun barangkali hanya satu yg mengalun merdu menyesaki telingamu.

Bukan gerak bibir atau getar pita suara yg mampu mengaliri ruang sepimu. Bukan pula lipatan fulus. Tapi dari dasar hati lurus dan landasan tulus.

Di puncak hari dari deru pintaku. Bergulung-gulung menujumu. Tak satupun tahu rahasiamu. Meski di bukit tertinggi berbatu-batu kutatah pelan namamu. Pelukanmu tak terduga, selalu, tanpa ucap kata.

Aku rindu itu. Kau dan aku.


About this entry