PERJALANAN SIANG

Sebenarnya pagi ini ada undangan yg saya ingin hadir, syawalan bersama pak Wagub DIY, Pakualam IX, bersama jajaran Komisi Penanggulangan AIDS DIY di Kepatihan. Pak Wagub adalah Ketua Pelaksana KPA DIY. Tetapi kondisi saya yg dalam program pemulihan pasca bypass belum memungkinkan. Untuk itu saya sudah mohon ijin tak hadir pada acara ini kepada pak Riswanto selaku Sekretaris KPA DIY via telepon.
Jadi saya kembali ke komitmen mengejar target latihan fisik agar nilai aerobik 8,49 Mets itu tidak merosot. Mets adalah Metabolic Equivalent Tasks (METs) expresses how an activity relates to our resting metabolic rate. Biasanya angka ini keluar ketika kita melakukan treadmill yg terukur (dengan beberapa sensor yg menempel di sekitar dan dipantau di layar monitor komputer). Saya antusias melakukan ini, minimal 30 menit saban hari, pagi atau menjelang siang. Bukan dengan treadmill tapi mengitari kaki Gunung Gempal yg penuh tanjakan. Setengah jam dengan kecepatan 4-5 km/jam ditanggung berkeringat. Mau nyoba?
Sebenarnya sebelum dibypass saya juga setiap pagi mengitari kaki gunung itu. Ya karena saya tinggal di seputar itu. Area yg sepi, sejuk, belum terpolusi. Dan banyak menginspirasi puisi-puisi dan foto-foto yg saya kirim ke Instagram.
Kembali ke soal jalan-jalan pagi mengitari kampung (Gunung Gempal) yg saya lakukan sekarang karena mengikuti saran dokter jantung yg saya pilih di Rumah Sakit Jantung (RSJ) Harapan Kita, Jakarta, DR.dr.Basuni Radi Sp.JP(K). (Di RSJHK setiap pasien berhak memilih dokter yg dikehendaki). Beliau pada Selasa (5/6/12) berhasil mempertahankan disertasinya bertajuk “Keamanan dan manfaat program latihan fisik dini pada penderita pasca rawat gagal jantung” untuk meraih Doktor pada FK UI, Jakarta.
Dokter lulusan Univ.Padjadjaran, Bandung, yg tanggal dan bulan kelahirannya sama dengan saya (12/6) ini menyimpulkan bahwa “program latihan fisik dini pada penderita pasca rawat gagal jantung aman dilakukan karena dapat menurunkan risiko kejadian kardiovaskuler mayor relatif 56%. Serta program ini efektif meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup dan tidak memperburuk kondisi jantung.” Jadi, mengapa takut berolahraga pasca operasi jantung?


About this entry