PESAWATKU

image

Kalau saja aku bisa membungkusmu lalu memasukkan dalam tasku dan membawamu pulang. Wajah huruf kecil pasti berbinar. Apalagi ketika ia sulit membaca namanya. Ia pasti tertegun, mengeja abjadmu. Sorot mata huruf kecilku akan segera menuju ke ibu.

“Boleh ini kunaiki ke mana aku mau?” tanyamu. Aku mau ke langit dan mewarnainya sesukaku, celotehmu. Aku tertawa mendengar suaramu berlarian di ruang yg dindingnya penuh galau coretan. Belum ada langit. Hanya garis lengkung gunung.

Tapi huruf kecil sudah tidur. Ia melipat kakinya di sela mimpi yg menyelimutinya. Tak ada deru pesawat. Lalu kuletakkan lipatan angan itu di keningnya. Lalu senyum mengembang mengajaknya terbang.

Itu kaki langit. Hitunglah, nak, berapa jumlahnya bila dikalikan usiamu, lima.


About this entry