DOA

Barangkali sejak sebelum pagi barisan doa berkemas. Menyisihkan berbagai rupa cemas. Seperti alang-alang liar yg merangsak ke tengah jalan. Menutupi batu penghalang.

image

Tempat sembunyi kerikil garang.

Barangkali sebelum terucap doa sudah bergegas menyalami pagi. Menyapa dengan kata tak terduga. Melewati gigir daun yg berembun atau yg kering menunggu dipelanting angin. Suara khusuk itu tak lagi berandai-andai.

Barangkali sebagian doa sudah menemukan rumahnya. Sebagian menempuh jalan lain agar bisa lebih banyak menanam suka. Di setiap kalimat yg berhikmat. Di setiap nikmat yg tumbuh berlipat.

Barangkali doa telah memilih jalannya. Berangkat atau pulang berbeda arahnya. Tapi ia pasti menuju arah yg sama meski dengan kalimat berbunga atawa bersahaja.

Apakah ia sudah mengetuk pintumu, bertubi-tubi atau sesekali, pagi ini?


About this entry