SAJAK SABTU

image

Sejak kapan kau menyebut Sabtu itu mendebarkan? Barangkali sesudah dadamu melebar tatkala seseorang bercerita dan kau mendengarkan seksama. Lalu ia rebah di atas magma yg berderak di Merbabumu.

Pelacak gempa yg kau tanam dan kau nyatakan hilang kini pulang. Ia mulai menandai setiap getaran yg mengguncang jantungmu. Mengabaikan detak yg mempercepat malam. Menggerakkan jemari mengusap basah bibirmu. Mencekat bisik di balik daun telingamu.

Kau tak mungkin biarkan Sabtu hiruk sendiri. Kau sampaikan berlimpah telik. Membuatmu selalu ingin memacu bisikmu. Adakah hal baru yg ia perlu tahu?

Bila malam mulai menutup pintunya. Kecemasan melanda beranda. Kau tercekat tak sampai berkata, ini malam belum sempurna. Lampu jalan memberi isyarat pulang.

Sejak kapan kau menyebut Sabtu merindukan desah nafasmu. Melalui mata malam memandang tajam.

Yogya Sabtu 2 Juni 2012


About this entry