SAJAK RABU

image

Siang menjagamu Rabu. Bersentuh debu. Langit bukan abu-abu.
Ia memasukkanmu dalam putaran waktu. Mesin pengaduk batu.
Merebut pematang lalu menanami besi berbatang-batang.

Anak-anak mereka menatap ragu. Tiang-tiang pongah itu menjulurkan lidahnya mengejekmu. “Di sini akan dibangun masa depan anak cucu.” Dengan hutang bertumpuk memberati kedua bahu tuaku?

Kau membisu tapi syahwatmu berhutang kian menjadi. Menyulap kebun jadi gedung. Menilap pajak untuk pemilik negeri retak. Meratapkan rasa takut. Mengumbar suara pengecut bermimbar-mimbar.

Sejak Rabu tuahmu menggoda, “Tak boleh ada beda!” Sama? Telah kau remukkan bhineka.

Yogya  30 Mei  2012


About this entry