ASALMU DARI NEGERI SAYUR

Meski lidahmu tak berucap aku menduga siang ini kau kehilangan sayur. Ingatan pun hilang dari pisangmu, kau menyebutnya cavendis, bagai nama gadis. Padahal di negerimu sayur dan pisang tumbuh bergelimang di kebun belakang.

Kau malas menanam atau enggan memetik. Membiarkan pendatang membakar pasar. Lalu memberimu hal-hal segar tanpa penawar. Kau terpaku asyik pada aroma ekonomi klasik, “Lu jual gua beli!” Lupa pada lima nama pasar semula kau berasal.

Siang ini kau masih sibuk menghitung. Sedang angka enggan bertanya semua ini untuk siapa.

image

Yogyakarta, 28 Mei 2012


About this entry