HURUF BESAR

Tak apa kau menyatakannya bertutur beda. Kau menyeret huruf sekenanya. Kadang lucu. Tapi kutahan tawa. Agar kau tak kecewa. Dan bersemangat terus bercerita apa saja.

Aku suka menatap wajahmu ketika kau berkisah Dino yg mengejar mimpimu. Aku tak mengenal siapa yg berleher lebih panjang dari mereka. Dan kau mengingatkanku berulang-kali namanya.

“Ada yg kupingnya lebar sekali. Tanda suka mendengarkan apa saja. Tapi selalu lupa,” sindirmu. Lalu kau menyebut mereka yg paling gendut. “Kalau dicubit tak berasa. Apalagi cuma disindir saja.” Ah, mengingatkanku pada mereka yg rakus. Makan apa saja termasuk kardus dan tikus.

Tapi aku lupa namanya. Meski kau sudah menaruh huruf besar di muka.


About this entry