PUKAU

Aku terpaku pada pukaumu yg menatap senja dengan kerangka seadanya. Hingga segenap cahaya menembus sekujur tubuhmu. Kau terlihat biasa saja tapi kau simpan segala kata. Agar dusta tak mencuri kata semena-mena.

Pukaumu silau
Pukaumu risau
Pukaumu pulau
Pukaumu pisau

Membedah dada dengan nyaris tanpa cela. Sayatan sempurna. Luka sederhana. Seruan lirih nir rasa perih.

Lantas siapa yg kau tunggu sia-sia. “Tak ada karena aku tak menunggu, tapi mencari!”

Mengolah rasa sepi. Di kaki matahari.

Yogyakarta,  Feb 2012


About this entry