SAJAK SAKIT GIGI

Sudah ditemukan lubang di jalanan gigi-gigi mengayuh gerak dan mengunyah kerak. Dari segala serat yg menjerat daging dan daunan yg bergelantungan. Saling mengerubut.

Sudah kau sorot segenap geraham. Lalu kau semproti peremuk nasi itu pemati bakteri. Atau sedikit minyak wangi? Agar membaui kata-kata yg gumpil kau cukil.

“Tapi jangan dulu kau buka mulutmu sampai mereka lupa diri,” pintamu. Lalu kau pura-pura lupa. Lupa gigi luka. Lupa punya nama. Selamanya.

Wates Nop 2011


About this entry