KUBIARKAN MALAM MENEBAR HUJAN

image

Tapi hujan tak setia datang. Ia tergantung pada kabut dan angin bertaut. Janji musim masih berpaling. Kenapa kau balik belakang ketika pintu depan sudah kubukakan?

Rinai pun terkadang kau semai. Sore tadi tatkala bianglala hanya menampakkan muka. Kau mungkin lagi mengumbar janji pada tempat mukim lain. Atau aku yg abai menghitung musim?

Hanya dengus basah yg menerakan arah kau melangkah. Gerak rumput lelah dan ilalang pasrah. Di manakah kau sembunyikan rasa bersalah? Di balik daun basah?

Aku tak ingin melipat malammu, dingin suaramu, yg merambati gelap. Degup waktu yg memelihara ragu.

Aku ingin kau bersanding dalam detakku setanggi. Rindu tak bertepi. Sulut api.

Hujan? Biarkan ia datang belakangan. Sendirian.

Wates, 9 Nop 2011


About this entry