PURNAMA MENUNGGU HUJAN

image

Di selasar atau mungkin latar, bulan menunggu. Ragu menunggu akankah hujan bertamu? Payung yg siap kau mekarkan juga ragu, barangkali tak lagi lincah menahan air. Menahan getir.

Di taman atau mungkin kelokan jalan, kau menunggu langkahku yg berdesir. Air? Aku tak menimbanya berbutir. Aku hanya ingin menyimpan untukmu. Mata airmu.

Tapi hujan memang sudah bergegas membasahi rambutmu hingga tengkukmu yg licin itu. Angin sengaja merabamu dengan kedua tangannya yg dingin. Hangat? Hanya hatimu yg menyala membakari hujan berbunga-bunga.

Kemanakah purnama mengadu bila bulan dan hujan saling mencumbu?


About this entry