PERCUMBUANKU DENGAN KOPI

Kau bilang menyesakkan mendengar kisahku menengarai puisi dan menyangrai biji gelap bak sesaji.Sejak itu aku mengingatkanmu kalau rindu bisa pecah dari butir-butir goda dan seketika memahitkanmu.

Atau kau pilih rasa asam di lambungmu yg basah dari sekumpulan kata gelisah. Karena itu perkenankan aku menyeduhmu di sebuah cangkir dan membiarkan krema menari di permukaanmu. Dan cemburu tak berhenti di tikungan kopimu.

Tapi jangan sesatkan aku ketika memilihmu dan mencumbumu dengan bibir gemetar dari sebutir kopi yg setia menyertai

read on
Posted at 6pm on 10/17/13 | 1 comment | Filed Under: Al Haj

SUARA KETUKAN MENGUTUK SENJA MENUSUK HUJAN

Pada ketukan kesekian kesenyapan datang. Ia membawa serta kesepian. Hujan masih berkemas menunggu senja yang mulai cemas. Hanya angin merintih pertanda letih.

Ketika kau kutuk malam. Jam hanya berbatuk.
Menunggu demam hujan. Suhu senja menyala.
Memanaskan mimpi jadi api. Menghanguskan sunyi.

Suara ketukan mulai pelan ketika hujan membuka gerbang.
Ia pulang berbasah badan. Menenggelamkan ruang.

Tapi senja hilang dalam lipatan jas hujan.

salah satu dari 50 puisi terbaik di Rumah Puisi, September 2013

read on
Posted at 3pm on 09/30/13 | 2 comments | Filed Under: puisi


Switch to our mobile site


Service Desk Software
Service Desk Software