JEMBATAN SUDAH LEWAT

image

Seorang teman lewat di ruang maya. Sekedar menyapa ia taruh sedikit tanda tanya. Apa kabar, misalnya. Lalu bergegas pergi tanpa menunggu jawabku. Tapi aku jadi lebih ringan, meletakkan kata tanpa beban. Jembatan sudah kulalui, menyorongkan salam, lalu sama asyik sendiri.

Halo, lagi apa? Menunggu hujan, jawabku. Mungkin ia heran musim hujan kok masih menunggu. Memang hujan di luar, di tempatmu barangkali, tapi bukan di ruangku. Sumuk. Udara kering. Malah kudengar tempatmu banjir,

read on
Posted at 6pm on 12/08/11 | no comments | Filed Under: puisi

SAJAK SAKIT GIGI

Sudah ditemukan lubang di jalanan gigi-gigi mengayuh gerak dan mengunyah kerak. Dari segala serat yg menjerat daging dan daunan yg bergelantungan. Saling mengerubut.

Sudah kau sorot segenap geraham. Lalu kau semproti peremuk nasi itu pemati bakteri. Atau sedikit minyak wangi? Agar membaui kata-kata yg gumpil kau cukil.

“Tapi jangan dulu kau buka mulutmu sampai mereka lupa diri,” pintamu. Lalu kau pura-pura lupa. Lupa gigi luka. Lupa punya nama. Selamanya.

Wates Nop 2011

read on
Posted at 11am on 11/29/11 | no comments | Filed Under: puisi


Switch to our mobile site


Service Desk Software
Service Desk Software