6 SAJAK SLAMET RIYADI SABRAWI (Kedaulatan Rakyat, 24/1/2010)
DI ATAS KETINGGIAN 20.000 KAKI TANGAN SEPI
Menunggu waktuku di ruang makanmu, memandang lalu-lalang pesawat dibebat jadwal ketat jam berkarat. Perhatian! Perjalanan ke kota tujuan ditunda, sekian nama tertinggal di beranda. Ratusan gumam meruntuhkan geram.
Penumpang gelap harap bertiarap, sebentar lagi gerombolan awan pekat lewat. Sabuk pengaman biarkan sibuk bersitegang, jangan lupa hitung detak jantung lalu
read on3 SAJAK SLAMET RIYADI SABRAWI (Solopos, 17/1/2010)
LIBUR YANG KENDUR
Bulan boleh lisut dan luntur oleh hujan. Tapi hujan hilang kekuatan bila awan tak berarak dan bergerak menyentak butir-butir air dari ketiak Mikail..
Bila libur kau hajati dengan tidur maka dengkur akan mengoyak siang panjang dan mimpi buruk kian berkecamuk. Dua pencatat itu rehat dan mengantuk.
Bila rindu suara pada anak-anak lelap ditikam lelah sesiangan padahal pedal sepeda dan kuda kayu saling memacu keringatmu.
Ketika mereka bertengkar
read on









